Ironi Dibalik Program MBG di Berau, Hasil Lokal Melimpah, Tapi Tak Tersentuh
1 min read

Ironi Dibalik Program MBG di Berau, Hasil Lokal Melimpah, Tapi Tak Tersentuh

TANJUNG REDEB, Berauinfo.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau yang seharusnya menjadi peluang bagi petani dan nelayan lokal justru memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, sebagian besar bahan pangan untuk program nasional itu didatangkan dari luar daerah, sementara hasil bumi Berau sendiri melimpah.

Berdasarkan data Dinas Pangan Berau, produksi ikan tongkol di daerah ini mencapai 89,95 persen dari total kebutuhan konsumsi, namun belum dimanfaatkan sama sekali dalam pelaksanaan MBG. Begitu pula dengan komoditas jagung dan sayuran lokal, yang masih kalah bersaing dengan pasokan dari luar daerah.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menilai fenomena ini sebagai cermin ketimpangan kebijakan pengadaan pangan.

“Kita punya ikan tongkol yang produksinya tinggi, tapi belum pernah digunakan dalam menu MBG. Justru bahan dari luar daerah yang mendominasi,” ujarnya, Jumat (04/10/2025).

Data dinas menunjukkan, kebutuhan bahan pangan untuk MBG di Berau cukup besar: lauk nabati sekitar 2,9 ton, lauk hewani 3,6 ton, karbohidrat 4,4 ton, sayuran 3,9 ton, dan buah 4,1 ton setiap hari. Namun, kapasitas produksi lokal baru mampu memenuhi sebagian kecil dari total kebutuhan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap ekonomi pelaku lokal. Banyak pihak menilai bahwa jika kebijakan pengadaan pangan tidak berpihak pada daerah sendiri, maka semangat kemandirian pangan yang diusung pemerintah hanya akan menjadi slogan.

Rakhmadi menambahkan, minimnya pemanfaatan bahan pangan lokal juga berpotensi menekan pasar tradisional dan menyebabkan lonjakan harga pada sejumlah komoditas tertentu.

“Program ini seharusnya menjadi peluang bagi petani dan nelayan kita. Kalau justru menguntungkan pihak luar, tentu harus dievaluasi,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan sumber pengadaan bahan pangan untuk MBG, agar program tersebut tidak hanya memberi manfaat gizi bagi anak-anak, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *