Raperbup Ditolak Kaltim, Ribuan Guru Honorer Berau Belum Terima Gaji
Tanjung Redeb, Berauinfo.id | Polemik belum dibayarkannya gaji guru honorer non-database di Kabupaten Berau masih belum menemukan titik terang. Meski anggaran telah disiapkan oleh pemerintah daerah, ribuan tenaga pendidik ini tetap belum bisa menerima hak mereka akibat terhambat persoalan administrasi dan regulasi.
Masalah ini mencuat setelah Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) yang mengatur mekanisme pembayaran gaji guru non-database ditolak oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penolakan itu membuat Pemkab Berau belum memiliki dasar hukum sah untuk menyalurkan gaji para guru.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian serius. Ia memastikan Pemkab Berau tengah mencari solusi yang sesuai aturan agar pembayaran bisa segera dilakukan.
“Masih kami rapatkan. Pemerintah sedang berupaya mencari jalan keluar agar gaji para guru bisa segera dibayarkan tanpa melanggar aturan,” kata Sri saat dikonfirmasi, Jumat (04/10/2025).
Sri menjelaskan, pemerintah daerah tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa yang bisa menimbulkan konsekuensi hukum di kemudian hari. Karena itu, tim hukum dan perangkat teknis Pemkab Berau kini tengah mempelajari opsi-opsi yang memungkinkan agar pembayaran dilakukan dengan dasar regulasi kuat.
Meski begitu, keterlambatan pembayaran gaji ini berdampak langsung pada dunia pendidikan di Bumi Batiwakkal. Beberapa SD dan SMP mulai kekurangan tenaga pengajar, karena sejumlah guru honorer memilih berhenti mengajar akibat belum menerima gaji berbulan-bulan.
“Ini yang kami khawatirkan. Jangan sampai proses belajar-mengajar terganggu. Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan administratif ini,” tegas Sri.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Sri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh guru honorer non-database. Ia memahami beban ekonomi yang mereka hadapi, namun berharap para guru tetap bersabar.
“Saya mohon maaf atas keterlambatan ini. Kami tidak tinggal diam, dan saya pastikan pemerintah sedang berupaya keras agar masalah ini segera tuntas. Sabar ya, kami akan selesaikan,” ujarnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Berau itu juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memperjuangkan hak para guru. Ia berharap, setelah kebijakan baru disepakati, pembayaran gaji bisa segera direalisasikan tanpa hambatan lagi.
“Kami ingin semuanya selesai dengan baik, dengan cara yang benar, agar tidak ada lagi guru yang dirugikan dan tidak ada regulasi yang dilanggar,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah guru honorer non-database yang ditemui Berauinfo.id mengaku hanya berharap pemerintah segera menepati janji. Meski belum menerima gaji selama beberapa bulan, mereka tetap hadir di sekolah demi murid-muridnya.
“Kalau bukan karena anak-anak, mungkin kami sudah berhenti. Tapi kami masih sabar karena yakin pemerintah pasti menyelesaikan ini,” ujar salah satu guru SD di Tanjung Redeb.
*
